di dalam perjalanan ke jogja ketika aku sebenarnya sudah agak lama lupa oleh ingatan akan kamu tiba tiba saja aku tersentak karena bersitatap dalam sekejap dengan sesorang yang sangat mirip dengan kamu. Dan aku hampir terjatuh ketika itu menaiki tangga di stasiun gambir. Mengejar rombongan yang akan berlibur bersama ke jogja. Aku hampir bertabrakan dengan bayanganmu itu
Setelah hampir sepuluh tahun aku mencoba menindas bayanganmu, dengan mencoba menikmati pernikahan yang tidak pernah nikmat dan mencoba tenggelam dalam karir eksekutif yang melenakan, tiba-tiba saja bayanganmu muncul nyata. Dan seolah memberi tanda kepadaku. Pertanda yang tidak aku sadari. —-sebenarnya pertanda kematian.
Pertanda itu tidak menguat, tertindas oleh keasyikanku berlibur bersama teman-teman lama, menikmati bergembira dalam menanam pohon penghijauan di merapi. Dulu aku tidak sempat menikmati saat-saat seperti ini. Aku terlalu malu untuk bergabung dalam aktivisme yang menghura seperti ini. Kini setelah aku tampak sukses dan memiliki jabatan yang penting di salah satu bumn, aku bahkan diberi kesempatan khusus untuk memberi sambutan dan menanam bersama sultan dan menteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *