//Kas,  Lagi di mana sama siapa?  Aku pengin ngabari, nih. Aku sudah lahiran. Putri jelita mirip ayahnya. Ini fotonya kukirim.  Cantik, kan …:D ayo mimi..say ai to om Kas….//

 

Mak Jegagik, aku tersentak membaca pesan di layar hape dari nomer tanpa nama.

 

//Kas, Aku mengabarimu sengaja pamer. Biar kamujuga  kepingin. Ayolah, Kas segera menyusul bikin anak.  Apalagi, to,  yang kamu tunggu.  Masak seumur-umur pedangmu nggak kepake.//

 

Membaca pesan yang tiba-tiba datang di layar itu, dalam hati aku pengin misuh-misuh.

Tetapi bibirku memilih senyum tipis, segera setelah melihat gambar yang muncul di baris berikutnya.  Menatap lebih jenak foto yang kamu kirim ini,  senyumku melebar bungah. Ya, harus kuakui mimimu memang jelita.  Meski mirip ayahnya.  Membatin mirip ayahnya, sejenak hatiku berdesir digesek cemburu.  Tapi ia menghilang perlahan digantikan rasa hangat dan teduh.  Hatiku menghangat dan tumbuh.

 

Ya,  Mimimu memang jelita.

Aku melihatnya dalam foto yang kamu kirimkan itu.  Sebagai bayipun ia sudah tampak jelita.  Ohhh…why every baby looks so cute?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *